Du Jour – 1

8 / 3 / 2016

Dari kejenuhanku, aku memutuskan untuk mulai menulis catatan harian. Du Jour, yang dalam bahasa perancis berarti catatan harian, akan menjadi judul dari setiap catatan harian yang ku tulis (meskipun aku tidak mencatat setiap detail dan mem-publish setiap hari ya).

30 Juli 2016, aku memutuskan untuk mengakhiri masa inkubasi dalam kastil yang selalu melindungiku. Sebenarnya, hanya sebuah rumah dua lantai dengan luas 10m x 15m, dengan cat warna hijau diiringi corak putih. Ketika kau melihat warna hijau itu, yang akan muncul dalam benakmu adalah “ah, ini seperti tone lebaran.”

4 minggu aku berada di sana, seolah – olah ada plasma pelindung yang membuat ku invincible, memantulkan setiap peluru, tembakan laser, bahkan peledak dengan hulu ledak 15.000 ton TNT (setara rudal rusia ss-18). Oh, namun sialnya, plasma tersebut tidak akan pernah bisa memantulkan setiap biru yang menyerang syaraf – syaraf otak ku.

Sendu terus melagu.

Sebenarnya, aku merencanakan kepulanganku (ke kota loenpia) pada tanggal 28 Juli, tepat sehari sesudah peringatan kelahiran legenda hidup, yang mengukirkan sejarah bagi umat semut di seluruh jagat raya. Unfortunately, aku kehabisan tiket, dan sudah jatuh ketiban tangki, aku juga kehabisan tiket pada tanggal 29 Juli. Syukurlah aku mendapatkan tiket untuk penerbangan Low Cost Carrier pada pukul 8.35 pagi, dengan maskapai singa udara, yang para pramugarinya terkenal… ehem… banyak skandal.

Tanggal 27 Juli 2016. Hari Rabu Pon. Ya, usia ku di planet hijau dengan kadar oksigen tinggi, genap 20 tahun yang diukur dengan kuantitas bumi mengelilingi matahari. Apakah ini hal baik atau buruk, aku tidak tahu. Hal buruknya, durasi hidupku di planet ini berkurang. Hal baiknya, durasi hidupku di planet ini berkurang. 

Baiklah, ulang tahun bukan hal yang spesial, lebih tepatnya, ulang tahunku sendiri. Usiaku 20 tahun and what do i expect? ibuku memelukku, mengecup pipiku seperti akulah cinta pertamanya, dan meminta maaf apabila ia belum bisa memberikan kemewahan untukku, kami menangis dan tertawa bersama. Lalu, aku berjanji, entah janji yang bisa kutepati atau tidak, aku akan membawa dirinya berkeliling dunia, setidaknya sebelum aku mati.

Ada hal yang cukup menggelitik dan membuat ku kagum sekaligus berkaitan dengan ulang tahunku. Efril, ya, si perempuan nyentrik dengan segala ide – ide gila yang selalu kami tuangkan bersama kopi dan susu di beranda convenience store yang ada di setiap 2 blok di kota besar dengan corak biru dan lebah idiotnya. Ia mengucapkan harapan dan selamat pada tanggal 15, 12 hari sebelum tanggal sesungguhnya. Entahlah, mungkin dirinya mengantisipasi penyakit lupanya. Dan ia mengucapkan kembali pada tanggal 26, bukan 27 juli. oh Efril, kau selalu mengatakan padaku, bahkan keledai tidak masuk ke lubang yang sama dua kali. Namun kau bukanlah keledai, kau adalah Efril yang selalu mengeluhkan jerawatmu yang tak kunjung membaik. Hey teman, terimakasih.

Ipun, yang memaksaku ke rumahnya yang berjarak 15 KM dari rumah ku, dan dengan terus terang, there’s no cake or surprise bitch, just get your ass here, i’m bored to death. Hemm. Kamu harus paham ivan, bahwa aku tidak butuh kue atau kejutan, aku butuh makanan.
Ayas, yap kekasihku, entah sengaja atau tidak, menghubungi ku pukul 12 lewat 11, dan tidak mengucapkan apapun. WTF lady, you supposed to be the first. Tapi ia mengucapkannya pada pukul 1.32 sebelum ia tertidur dan mengirimkan gambar ini. Terimakasih kekasihku :3

Yah keesokan harinya,eric dan danier berkunjung ke rumah. Tiba tiba. Menyuruhku agar tidak pergi. Aku tidak menyadari hal ini. tidak sama sekali. Dan aku berakhir dalam adonan telur dan tepung ayam, dan anus ku dipenuhi oleh kecap saos tiram. Kemeja dan celana jeans favoritku. Oh sial. Terimakasih, kalian para bajingan, josep – acong – danier – eric acek – ipun – dan si Yesus versi perempuan di antara penyamun – putri (semoga kamu bisa menaruh hati pada acong ya). Ya, kejutan. Aku 20 tahun, dan diperlakukan seperti bocah 16 tahun, merasa muda, di usia senja.

 

Terimakasih atas memorinya, teman – teman. Kalian menyebalkan.

 

 

1 thought on “Du Jour – 1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s