Playlist of The Month #1

Menulis konten dengan kategori “….. of the month” di pertengahan bulan? Memang aneh. Tapi ini blog personal, so why do i give a fuck?

Musik itu sakral. Musik adalah cara saya (dan mungkin ada sekelompok orang di luar sana) mengekspresikan emosi. Artikel ini berisi lagu-lagu yang cenderung saya putar beberapa minggu terakhir (dan jika kamu cukup jeli, kamu bisa menebak situasi emosi  saya).

Akan disertakan juga bagian lirik favorit, yang menyentuh saya secara emosional. Bisa dijadikan quote atau caption di Instagram kamu (dasar millennials).

Here we go.

1. Glue Trip – Elbow Pain

And I don’t know why you don’t want to be with me, in the sunny day.

Kolaborasi antara video klip yang menampilkan animasi bergenre psychedelic dengan alunan steel-string dan echo effect dibumbui 6 kalimat yang menjadi lirik untuk lagu 5 menit.

Lagu ini menyampaikan sebuah pesan tentang perasaan sendu seseorang yang ditinggalkan oleh significant other-nya.

Cocok didengarkan sembari: Nge-weed atau acid trip.

2. Twin Peaks – Making Breakfast

It’s raining through the window but I like it that way.

Kental dengan nuansa garageMaking Breakfast mewarnai pagi hari kamu dengan ceria.

Tidak jelas apa yang ingin diekspresikan melalui lagu ini, saya mempersepsikan lagu ini sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (yaila bahasasnya begini amat) atas hari baru yang indah.

Cocok didengarkan sembari: Mandi dan gosok gigi.

3. From Indian Lakes – Blank Tapes

Are you the star? Are you meant to watch?

Lagu favorit saya pada album Everything Feels Better Now. Lagu ini membawakan nuansa folk alternative rock kontemporer (ribet ya) yang pastinya asik banget pas berduaan sama kamu (cuekin aja terus).

Cocok didengarkan sembari: Berduaan di Kamar sembari berciuman.

4. Foals – Birch Tree

My heart’s an old black panther, corrupted financer, you know
It’s a troubled romancer, a question with no answer.

Alternative Indie dari Oxford, UK. Sempat menjadi favorit saya di awal tahun 2016, dan kembali menjadi favorit saya saat ini. Lagu ini menceritakan tentang pertemanan dan reunian. Gitu aja sih.

Cocok didengarkan sembari: Merindukan teman-teman semasa sekolah dulu.

5. Turnover – Dizzy On The Comedown

You’re like a ballerina twirling round on your feet
And watching you is so fantastic

Turnover baru saja berkunjung ke Jakarta pada akhir bulan Juli kemarin. Lagu ini menggambarkan perasaan saya sekarang (hehehe) jadi wajar kalau saya bisa mendengarkan 4-5 kali lagu ini dalam sehari.

Dizzy On The Comedown mengisahkan seorang laki-laki yang lelah menanti sesuatu yang tidak pasti (yaelah ini kaya lirik lagu alay indonesia). Menggunakan analogi sebagai lirik, lagu ini cocok banget buat kamu (dan saya) yang sedang dilanda cinta dan hanya bisa menjadi secret admirer atau bisa jadi anda sedang berada dalam fase unrequited crush (karena saya demikian hehehehe bgst).

Cocok didengarkan sembari: Di perjalanan sembari memandangi jendela atau sambil merokok di atap rumah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s