Berhenti, Bagian 2

Untuk apa berbagi kasih,

kalau masih saling menghakimi.

Untuk apa mengampuni,

kalau hanya ingin menabur benci.


Kali ini, aku berhenti.

Berhenti, mebalikkan lembaran untuk digoresi.

Berhenti, mencari buku baru untuk dicaruti.

Mungkin, menggali hal baru untuk dijalani.

Sebuah epiphany.

Selalu gagal menuliskan kisah dengan akhir gembira.

Namun, aku selalu bisa menyelesaikan sebuah cerita.

Tanpa perlu merisaukan bagaimana akhirnya.

Tanpa perlu memusingkan siapa yang membaca.

Sayonara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s